Showing posts with label puisi tok abah. Show all posts
Showing posts with label puisi tok abah. Show all posts

Wednesday, 28 May 2014

PUISI TOK ABAH BUAT MARDHIYA #4




SAYANGKU PENGUBAT RINDU

Sayangku
lebih sepekan lamanya di sini
kau bermukim bersama kami
hadirmu dengan seribu erti
membawa bersama selaut mesra dan kasih abadi.

Tawa riamu pengubat rindu
rengek tangismu mengusik kalbu
manja sentuhanmu sedingin salju
lucu telatahmu memikat hatiku.

Di saat kau berangkat pergi
bersama kedinginan pagi
hati ini tiba-tiba dirangkul sepi
bagaikan sang siang
kehilangan mentari.

Mardhiya
kapan lagi kita berjumpa
hatiku semakin bertaut mesra
di bawah dingin dan nyaman suasana.

Mardhiya
kukirimkan doa di angin lalu
semoga kau sejahtera selalu
Insyaalah.

Dariku:
Tok Abahmu.
-2 february 2014-

------------------------------------------------------------------------------------

PERTEMUAN MESRA

Mardhiya
Alangkah gembiranya hatiku ini
kerana kita akan bertemu kembali
setelah sekian lama aku menyendiri
di dunia yang kesepian ini.

Mardhiya
Sekian lama aku merindu
wajahmu terbayang di ruang hatiku
mesra manja memukau kalbu
gemersiknya suaramu bak buluh perindu.

Mardhiya
Pertemuan kita malam ini
mengayam erat kasih abadi.

Dariku:
Tok Abah
-24 march 2014-

---------------------------------------------------------------------------------------

MARDHIYA.

Mardhiya
biarpun pertemuan kita hanya seketika
ia menyegarkan kuntuman mesra
membuahkan selagit bahagia
buat kita sekeluarga.

Mardhiya
masanya begitu cepat berlalu
mesranya disaat kusuapkan makanan ke mulutmu
dan kini aku kembali merindu
hilai tawa dan telatah lucumu.

Mardhiya
kapan kita bertemu lagi
tidak sabar aku menanti
akan kucurahkan kasihku ini
demi kebahagiaan kita yang abadi.

Dariku:
Tok Abah.
-29 march 2014-

-----------------------------------------------------------------------------------------------

ITIK KEDEK-KEDEK

Itik kedek-kedek
Makan buah jambu
Mardhiya budak cantik
Pipi putih gebu.

Itik kedek-kedek
Makan tepi bendang
Mardhiya budak cantik
Hidung mancung seludang.

Itik kedek-kedek
Makan padi huma
Mardhiya budak cantik
Bibir merah delima.

Itik kedek-kedek
Minum air bersih
Mardhiya budak cantik
Dagu bujur sirih.

Itik kedek-kedek
Makan roti kirai
Mardhiya budak cerdik
Mulut macam murai.

Itik kedek-kedek
Kaki tersangkut duri
Mardhiya budak cerdik
Sudah kuat berlari.

Itik kedek-kedek
Makan anak berudu
Mardhiya budak baik
Tok abah selalu rindu.

Dariku:
Tok Abah.
-7 april 2014-

-------------------------------------------------------------------------------------------

PENAWAR RINDUKU.

Kau bagaikan bulan purnama
sinarmu terang menyinari alamaya.

Kau bagaikan pepohon merimbun
dibawahmu terhimpun kasih berkurun

Kau bagaikan sungai mengalir
penghilang dahaga sang musafir.

Kau bagaikan titisan embun
membasah segar seluruh dedaun.

Kau umpama mentari senja
indahmu tak terlukis dengan kata-kata.

Cantikmu bagaikan warna pelangi
jaluran kasih memikat hati.

Kau bagaikan purnama membisu
akulah pungguk menanggung rindu
jangan kau buat tak tahu
akulah seorang saja tok abahmu.

Mardhiyaku.

Dariku:
Tok abah.
-14 april 2014-

----------------------------------------------------------------------------------

MENUNGGU DAN MERINDU

Mardhiyaku
Sebelum kehadiranmu
ayah ibu sabar menunggu
dengan doa dan kalimah syahdu.

Kami turut mengirim doa
kepada Yang Maha Pencipta
agar dianugerahkan penyeri rumahtangga
buat ayah ibu dan kami semua.

Begitu cepat kau membesar
masa berlalu tanpa kusedar
detik saat masa berlari
kini musim terus berganti.

Mardhiya
kini kami masih menanti
saatnya kau kembali
ingin sekali kami mendengar
celoteh lucu anak pintar
ingin sekali kami ciumi
pipi gebu sewangi kasturi
juga kuingin menyentuh mesra
wajahmu yang comel manis dan manja.

Mardhiya
aku di sini setia menunggu
saat ketika kau kembali padaku
pasti kucurahkan selaut rindu
di saat nanti kita bertemu.

Dariku:
Tok abah.
-28 april 2014-


Wednesday, 21 May 2014

PUISI TOK ABAH BUAT MARDHIYA #3

SAMPAIKAN SALAM RINDUKU...


Sayangku
di sini kelak dapat kau saksikan
laut membiru memukau kalbu
dan ombak berderai memukul pantai
serta anak-anak kecil ketawa riang
berkejar-kejaran memburu bebayang.

Di sini dapat kau merasa
lembut bayu membelai kalbu
di bawah lindungan pepohon rhu
serta indah suasana amat mempesona
kenangan lama penuh nostalgia.

Kau pasti puas memandang
sawah ladang yang luas terbentang
serta pepohon hijau merimbun
segar dingin disirami embun.

Di sini nanti kita akan merasa
betapa indahnya pertemuan mesra
antara kita serta keluarga.

Dan di saat ini aku masih menunggu
kepulangan kau ke pangkuanku.
salam rindu teramat rindu
untukmu Mardhiyaku.

Dariku:
Tok Abah dan Tok Ma.
-7 january 2014-




Thursday, 1 May 2014

PUISI TOK ABAH BUAT MARDHIYA #2


KASIHKU...SAYANGKU...AKU MERINDUIMU.


Kasihku
redup wajahmu bagaikan mentari pagi
di celahan awan nan suci
menyerlahkan sinarnya yang lembut abadi.

Sayangku
indah wajahmu bagaikan lukisan senja
ditambah tenang dan damai suasana
membuatkan diriku hampir terlena
dengan keindahan yang mempesona.

Cintaku
kini telah aku merasa
lembut bibirmu mengukir bicara
meskipun kau masih belum bersedia
mengucapkan kata sayang dan cinta.

Mardhiya
saat aku dalam kesepian
kepadamu kukembalikan segala ingatan
agar kasih kita kekal berpanjangan.
Insyaalah.

Dari:
Tok Abah.
-12 December 2013-


Wednesday, 30 April 2014

PUISI TOK ABAH BUAT MARDHIYA #1



KASIHKU, SAYANGKU.



Kasihku padamu
bagaikan lautan tiada bertepi
selamanya tetap kekal abadi.

Sayangku padamu
bagaikan sungai tiada pernah berhenti mengalir
walau sesaat tiada mungkir

Rinduku padamu
bagaikan nafas yang kuhela
selagi hayat ini masih ada.

Hadirmu di sisiku
bagaikan sebutir bintang bercahaya
menerangi malamku yang gelap gelita.

MARDHIYAKU!

Salam dari:
Tok Abahmu.
-5 july 2013-